Monday, December 5, 2016

ISLAM MEMBAWA PERUBAHAN BESAR BAGI EROPA
Oleh: Sri Devi Yanti
Nim: 150402069
Jurusan: BKI
Fakultas: Dakwah Dan Komunikasi
Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

            Sejak abad ke-10 sampai abad ke-11, Islam dibawa oleh penakluk-penakluk Arab ke Afrika Utara, Spanyol, Sisilia, dan beberapa wilayah pantai Laut Tengah di Eropa. Para pejuang dan pedagang Arab membawa Islam ke Sahara dan Sudan di Afrika. Beberapa masyarakat Islam lainnya lahir dari pengislaman masyarakat Turki di Asia Tengah, dan migrasi, penaklukan, dan pendirian imperium mereka.
Ilmu Pengetahuan Islam Mengalir ke Eropa
            Semenjak abad ke-11 umat Islam mendapat serangan. Di Andalusia umat Kristen semenjak raja Ferdinand mempersatukan kekuatan membentuk kerajaan Leon yang kuat, mulai menyerang kekuasaan Islam guna merebut kembali daerah-daerah mereka sehingga penyatuan kekuatan mereka itu merupakan awal dari pengusiran umat Islam dari Andalus. Di pantai laut Timur Tengah umat Islam mendapat serbuan tentara Salib selama dua abad. Sejak abad itu khalifah Abbasiyah sudah tidak mempunyai kekuasaan lagi.
Hilangnya kekuasaan khalifah itu menjadi sempurna, sesudah datangnya Hulago menyapu bersih Baghdad dari permukaan bumi. Umat Islam kehilangan semua yang pernah dimilikinya. Namun terjadi sesuatu yang diluar dugaan, ternyata bangsa yang menghancurkan daulah islamiyah yang berpusat di Baghdad itu, keturunannya justru menjadi pembangun dan pembela agama Islam dan kebudayaannya yang gigih sehingga agama Islam tumbuh dan berkembang kembali.
Demikian juga diluar darah bekas kekuasaan daulah Abbasiyah, yaitu daerah Andalusia dan Afrika Utara, kebudayaan Islam tidah musnah bahkan  mengalir ke Eropa membangun zaman renaisance Eropa.
1.        Melalui Andalusia
Di Andalusia sedikit demi sedikit umat Islam kehilangan daerah kekuasaannya. Mula-mula kota Toledo direbut oleh Kristen pada tahun 1086 M,  hilanglah pusat sekolah tinggi dan pusat Ilmu pengetahuan Islam beserta segala isinya yang terdiri dari perpustakaan beserta ilmuwan-ilmuwannya. Tahun 1236 M, Cardova dirampas oleh raja Alfanso dari Castillia, maka hilang pula pusat kebudayaan  dunia disebelah Barat beserta mesjid raya Cardova yang didirikan oleh amir-amir  Amawiyah Andalusia. Kehilanga itu terus berlanjut kota demi kota, menyusul Sevilla, Malaga dan Granada.
Akhirnya Umat Islam beserta raja bani Ahmar dan terakhir Abu Abdillah, harus terusir dari Andalusia tanah airnya yang telah ditempati lebih dari delapan abad  dengan meninggalkan apa yang pernah diciptakan. Andalusia (Spanyol) merupakan tempat yang paling utama bagi Eropa menyerap peradaban Islam, baik dalam bentuk hubungan politik, sosial, maupun perekonomian dan peradaban antar negara. Penduduk asli Andalus yang digelari Muzarobus yang dipaksa untuk menjadi Kristen. Namun justru golongan Muzarobus inilah yang mengalirkan  Ilmu pengetahuan Islam ke Eropa.
Penyaluran dimulai ketika Toledo jatuh ke tangan Kristen. Di Toledo terdapat pusat sekolah tinggi dan ilmu pengetahuan Islam pada masa itu. Ketika kota itu jatuh tahun 1085, orang-orang raja Alfanso dari Castillia belum mengetahui bahasa Arab dan tidak mampu mempergunakan segala peninggalan kaum Muslim. Maka penduduk asli Andalus yang digelari Muzarobus yang telah menjadi intelektual, guru, dokter, ahli kimia, ahli filsafat dan lain-lain yang pernah bekerja sama dengan umat Islam sebelumnya.
2.        Melalui Pulau Sisilia
Hal lain yang membuat Ilmu pengetahuan Islam mengalir ke Eropa yaitu melalui pulau Sisilia (Siqiliah). Penguasaan Islam atas pulau ini dimulai oleh Muawiyah pada tahun 827 M oleh amir bani Aghlab masa Al-ma’mun. Ada berita yang mengatakan bahwa kekuasaan bani Aghlab mungkin sampai ke Eropa Tengah melalui pegunungan Alpen.
Ketika bani Aghlab melemah, daerah kekuasaannya di semenanjung Italia, pulau Sisilia dan Malta direbut kembali oleh raja Nurmandia Kristen. Setelah Italia di rebut kembali oleh Kristen, dikota Salerno dakat Nepals didirikan sekolah kedokteran oleh Costantin  African. Sekolah kedokteran inilah yang pertama di Eropa, pengembang ilmu kedokteran Islam.
3.        Melalui Tentara Salib
Ketika tentara Salib sedang berkuasa, setiap ada pasukan Salib yang pulang kembali ke Eropa selalu membawa apa saja yang mereka temui. Apakah itu berupa buku-buku ilmu pengetahuan, alat-alat kedokteran, kompas dan apa saja hasil kemajuan umat Islam. Dengan demikian maka tentara Salib merupakan salah satu dari jembatan tempat mengalirnya kebudayaan Islam di Eropa.
Kemajuan Eropa yang terus berkembang sampai saat ini banyak berhutang budi kepada Khazanah ilmu pengetahuan Islam yang berkembang diperiode klasik. Meskipun banyak saluran yang menjadi media bagi peradaban Islam dalam mempengaruhi Eropa, namun Spanyol adalah saluran yang penting. Salah satu tokoh yang paling berpengaruh di Eropa adalah Ibn Rusyd. Dia telah melepaskan belenggu taklid dan menganjurkan kebebasan berpikir. Demikian  besar pengaruhnya di Eropa, sehingga menimbulkan gerakan Averroisme (Ibn Rusyd). Berawal dari gerakan Averoisme inilah di Eropa kemudian lahir gerakan renaisans pada abad ke-16 M dan abad ke-17 M.
Gerakan-gerakan renaisans melahirkan perubahan-perubahan besar dalam sejarah dunia. Abad ke-16 dan ke-17 M merupakan abad yang paling penting bagi Eropa, sementara pada akhir abad ke-17 itu pula, dunia Islam mulai mengalami kemunduran. Dengan lahirnya renains, Eropa bangkit kembali untuk mengejar ketinggalan mereka pada masa kebodohan dan kegelapan.
Mereka menyelidiki rahasia alam, menaklukan lautan, dan menjelajahi benua yang sebelumnya masih diliputi kegelapan. Banyak penemuan-penemuan dalam segala lapangan ilmu pengetahuan dan kehidupan yang mereka peroleh. Christoper Colombus pada tahun 1492 M, menemukan Benua Amerika dan Vasco da Gama tahun 1498 M, menemukan jalan ke Timur melalui Tanjung Harapan. Dengan dua temuan ini, Eropa memperoleh kemajuan dalam dunia perdagangan, karena tidak tergantung lagi kepada jalur lama yang dikuasai umat Islam.

DAFTAR PUSTAKA
Badri Yatim, 2014,  Sejarah Peradaban Islam, Jakarta, Rajagrafindo Persada.
Ira Lapidus, 2000, Sejarah Sosial Umat Islam, Jakarta, Rajagrafindo Persada.
Musyrifah Susanto, 2004,  Sejarah Islam Klasik, Jakarta Timur, Prenada Media.




ISLAM MEMBAWA PERUBAHAN BESAR BAGI EROPA
Oleh: Sri Devi Yanti
Nim: 150402069
Jurusan: BKI
Fakultas: Dakwah Dan Komunikasi
Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

            Sejak abad ke-10 sampai abad ke-11, Islam dibawa oleh penakluk-penakluk Arab ke Afrika Utara, Spanyol, Sisilia, dan beberapa wilayah pantai Laut Tengah di Eropa. Para pejuang dan pedagang Arab membawa Islam ke Sahara dan Sudan di Afrika. Beberapa masyarakat Islam lainnya lahir dari pengislaman masyarakat Turki di Asia Tengah, dan migrasi, penaklukan, dan pendirian imperium mereka.
Ilmu Pengetahuan Islam Mengalir ke Eropa
            Semenjak abad ke-11 umat Islam mendapat serangan. Di Andalusia umat Kristen semenjak raja Ferdinand mempersatukan kekuatan membentuk kerajaan Leon yang kuat, mulai menyerang kekuasaan Islam guna merebut kembali daerah-daerah mereka sehingga penyatuan kekuatan mereka itu merupakan awal dari pengusiran umat Islam dari Andalus. Di pantai laut Timur Tengah umat Islam mendapat serbuan tentara Salib selama dua abad. Sejak abad itu khalifah Abbasiyah sudah tidak mempunyai kekuasaan lagi.
Hilangnya kekuasaan khalifah itu menjadi sempurna, sesudah datangnya Hulago menyapu bersih Baghdad dari permukaan bumi. Umat Islam kehilangan semua yang pernah dimilikinya. Namun terjadi sesuatu yang diluar dugaan, ternyata bangsa yang menghancurkan daulah islamiyah yang berpusat di Baghdad itu, keturunannya justru menjadi pembangun dan pembela agama Islam dan kebudayaannya yang gigih sehingga agama Islam tumbuh dan berkembang kembali.
Demikian juga diluar darah bekas kekuasaan daulah Abbasiyah, yaitu daerah Andalusia dan Afrika Utara, kebudayaan Islam tidah musnah bahkan  mengalir ke Eropa membangun zaman renaisance Eropa.
1.        Melalui Andalusia
Di Andalusia sedikit demi sedikit umat Islam kehilangan daerah kekuasaannya. Mula-mula kota Toledo direbut oleh Kristen pada tahun 1086 M,  hilanglah pusat sekolah tinggi dan pusat Ilmu pengetahuan Islam beserta segala isinya yang terdiri dari perpustakaan beserta ilmuwan-ilmuwannya. Tahun 1236 M, Cardova dirampas oleh raja Alfanso dari Castillia, maka hilang pula pusat kebudayaan  dunia disebelah Barat beserta mesjid raya Cardova yang didirikan oleh amir-amir  Amawiyah Andalusia. Kehilanga itu terus berlanjut kota demi kota, menyusul Sevilla, Malaga dan Granada.
Akhirnya Umat Islam beserta raja bani Ahmar dan terakhir Abu Abdillah, harus terusir dari Andalusia tanah airnya yang telah ditempati lebih dari delapan abad  dengan meninggalkan apa yang pernah diciptakan. Andalusia (Spanyol) merupakan tempat yang paling utama bagi Eropa menyerap peradaban Islam, baik dalam bentuk hubungan politik, sosial, maupun perekonomian dan peradaban antar negara. Penduduk asli Andalus yang digelari Muzarobus yang dipaksa untuk menjadi Kristen. Namun justru golongan Muzarobus inilah yang mengalirkan  Ilmu pengetahuan Islam ke Eropa.
Penyaluran dimulai ketika Toledo jatuh ke tangan Kristen. Di Toledo terdapat pusat sekolah tinggi dan ilmu pengetahuan Islam pada masa itu. Ketika kota itu jatuh tahun 1085, orang-orang raja Alfanso dari Castillia belum mengetahui bahasa Arab dan tidak mampu mempergunakan segala peninggalan kaum Muslim. Maka penduduk asli Andalus yang digelari Muzarobus yang telah menjadi intelektual, guru, dokter, ahli kimia, ahli filsafat dan lain-lain yang pernah bekerja sama dengan umat Islam sebelumnya.
2.        Melalui Pulau Sisilia
Hal lain yang membuat Ilmu pengetahuan Islam mengalir ke Eropa yaitu melalui pulau Sisilia (Siqiliah). Penguasaan Islam atas pulau ini dimulai oleh Muawiyah pada tahun 827 M oleh amir bani Aghlab masa Al-ma’mun. Ada berita yang mengatakan bahwa kekuasaan bani Aghlab mungkin sampai ke Eropa Tengah melalui pegunungan Alpen.
Ketika bani Aghlab melemah, daerah kekuasaannya di semenanjung Italia, pulau Sisilia dan Malta direbut kembali oleh raja Nurmandia Kristen. Setelah Italia di rebut kembali oleh Kristen, dikota Salerno dakat Nepals didirikan sekolah kedokteran oleh Costantin  African. Sekolah kedokteran inilah yang pertama di Eropa, pengembang ilmu kedokteran Islam.
3.        Melalui Tentara Salib
Ketika tentara Salib sedang berkuasa, setiap ada pasukan Salib yang pulang kembali ke Eropa selalu membawa apa saja yang mereka temui. Apakah itu berupa buku-buku ilmu pengetahuan, alat-alat kedokteran, kompas dan apa saja hasil kemajuan umat Islam. Dengan demikian maka tentara Salib merupakan salah satu dari jembatan tempat mengalirnya kebudayaan Islam di Eropa.
Kemajuan Eropa yang terus berkembang sampai saat ini banyak berhutang budi kepada Khazanah ilmu pengetahuan Islam yang berkembang diperiode klasik. Meskipun banyak saluran yang menjadi media bagi peradaban Islam dalam mempengaruhi Eropa, namun Spanyol adalah saluran yang penting. Salah satu tokoh yang paling berpengaruh di Eropa adalah Ibn Rusyd. Dia telah melepaskan belenggu taklid dan menganjurkan kebebasan berpikir. Demikian  besar pengaruhnya di Eropa, sehingga menimbulkan gerakan Averroisme (Ibn Rusyd). Berawal dari gerakan Averoisme inilah di Eropa kemudian lahir gerakan renaisans pada abad ke-16 M dan abad ke-17 M.
Gerakan-gerakan renaisans melahirkan perubahan-perubahan besar dalam sejarah dunia. Abad ke-16 dan ke-17 M merupakan abad yang paling penting bagi Eropa, sementara pada akhir abad ke-17 itu pula, dunia Islam mulai mengalami kemunduran. Dengan lahirnya renains, Eropa bangkit kembali untuk mengejar ketinggalan mereka pada masa kebodohan dan kegelapan.
Mereka menyelidiki rahasia alam, menaklukan lautan, dan menjelajahi benua yang sebelumnya masih diliputi kegelapan. Banyak penemuan-penemuan dalam segala lapangan ilmu pengetahuan dan kehidupan yang mereka peroleh. Christoper Colombus pada tahun 1492 M, menemukan Benua Amerika dan Vasco da Gama tahun 1498 M, menemukan jalan ke Timur melalui Tanjung Harapan. Dengan dua temuan ini, Eropa memperoleh kemajuan dalam dunia perdagangan, karena tidak tergantung lagi kepada jalur lama yang dikuasai umat Islam.

DAFTAR PUSTAKA
Badri Yatim, 2014,  Sejarah Peradaban Islam, Jakarta, Rajagrafindo Persada.
Ira Lapidus, 2000, Sejarah Sosial Umat Islam, Jakarta, Rajagrafindo Persada.
Musyrifah Susanto, 2004,  Sejarah Islam Klasik, Jakarta Timur, Prenada Media.




Friday, June 10, 2016

biodata



Salam kenal untuk semua. kenalkan namaku Sri Devi Yanti, aku orang Aceh tulen, pasti pada tau kan? kalau aku berasal dari Aceh, aku lahir tepat tanggal 28 mei, alhamdulillah selamat jangan lupa kadonya ya.

Sekarang aku tercatat sebagai mahasiswa di salah satu unuversitas termahsyur di Aceh, UIN Arraniry.
ini saja ya, nanti aku pos lagi. soalnya aku buru-buru mau ke...?
mau tau aja atau mau banget. sudahlah, sampai jumpa nanti.