ISLAM MEMBAWA PERUBAHAN BESAR BAGI
EROPA
Oleh: Sri Devi Yanti
Nim: 150402069
Jurusan: BKI
Fakultas: Dakwah Dan Komunikasi
Universitas Islam Negeri Ar-Raniry
Sejak abad ke-10
sampai abad ke-11, Islam dibawa oleh penakluk-penakluk Arab ke Afrika Utara, Spanyol,
Sisilia, dan beberapa wilayah pantai Laut Tengah di Eropa. Para pejuang dan
pedagang Arab membawa Islam ke Sahara dan Sudan di Afrika. Beberapa masyarakat
Islam lainnya lahir dari pengislaman masyarakat Turki di Asia Tengah, dan
migrasi, penaklukan, dan pendirian imperium mereka.
Ilmu Pengetahuan Islam Mengalir ke Eropa
Semenjak abad ke-11 umat Islam mendapat serangan. Di Andalusia umat
Kristen semenjak raja Ferdinand mempersatukan kekuatan membentuk kerajaan Leon
yang kuat, mulai menyerang kekuasaan Islam guna merebut kembali daerah-daerah
mereka sehingga penyatuan kekuatan mereka itu merupakan awal dari pengusiran
umat Islam dari Andalus. Di pantai laut Timur Tengah umat Islam mendapat
serbuan tentara Salib selama dua abad. Sejak abad itu khalifah Abbasiyah sudah
tidak mempunyai kekuasaan lagi.
Hilangnya kekuasaan khalifah itu menjadi sempurna, sesudah
datangnya Hulago menyapu bersih Baghdad dari permukaan bumi. Umat Islam
kehilangan semua yang pernah dimilikinya. Namun terjadi sesuatu yang diluar
dugaan, ternyata bangsa yang menghancurkan daulah islamiyah yang berpusat di
Baghdad itu, keturunannya justru menjadi pembangun dan pembela agama Islam dan
kebudayaannya yang gigih sehingga agama Islam tumbuh dan berkembang kembali.
Demikian juga diluar darah bekas kekuasaan daulah Abbasiyah, yaitu
daerah Andalusia dan Afrika Utara, kebudayaan Islam tidah musnah bahkan mengalir ke Eropa membangun zaman renaisance
Eropa.
1.
Melalui
Andalusia
Di Andalusia sedikit demi sedikit umat Islam kehilangan daerah
kekuasaannya. Mula-mula kota Toledo direbut oleh Kristen pada tahun 1086
M, hilanglah pusat sekolah tinggi dan
pusat Ilmu pengetahuan Islam beserta segala isinya yang terdiri dari
perpustakaan beserta ilmuwan-ilmuwannya. Tahun 1236 M, Cardova dirampas oleh
raja Alfanso dari Castillia, maka hilang pula pusat kebudayaan dunia disebelah Barat beserta mesjid raya
Cardova yang didirikan oleh amir-amir
Amawiyah Andalusia. Kehilanga itu terus berlanjut kota demi kota,
menyusul Sevilla, Malaga dan Granada.
Akhirnya Umat Islam beserta raja bani Ahmar dan terakhir Abu
Abdillah, harus terusir dari Andalusia tanah airnya yang telah ditempati lebih
dari delapan abad dengan meninggalkan
apa yang pernah diciptakan. Andalusia (Spanyol) merupakan tempat yang paling
utama bagi Eropa menyerap peradaban Islam, baik dalam bentuk hubungan politik,
sosial, maupun perekonomian dan peradaban antar negara. Penduduk asli Andalus
yang digelari Muzarobus yang dipaksa untuk menjadi Kristen. Namun justru
golongan Muzarobus inilah yang mengalirkan
Ilmu pengetahuan Islam ke Eropa.
Penyaluran dimulai ketika Toledo jatuh ke tangan Kristen. Di Toledo
terdapat pusat sekolah tinggi dan ilmu pengetahuan Islam pada masa itu. Ketika
kota itu jatuh tahun 1085, orang-orang raja Alfanso dari Castillia belum mengetahui
bahasa Arab dan tidak mampu mempergunakan segala peninggalan kaum Muslim. Maka
penduduk asli Andalus yang digelari Muzarobus yang telah menjadi intelektual,
guru, dokter, ahli kimia, ahli filsafat dan lain-lain yang pernah bekerja sama
dengan umat Islam sebelumnya.
2.
Melalui Pulau
Sisilia
Hal lain yang membuat Ilmu pengetahuan Islam mengalir ke Eropa
yaitu melalui pulau Sisilia (Siqiliah). Penguasaan Islam atas pulau ini dimulai
oleh Muawiyah pada tahun 827 M oleh amir bani Aghlab masa Al-ma’mun. Ada berita
yang mengatakan bahwa kekuasaan bani Aghlab mungkin sampai ke Eropa Tengah
melalui pegunungan Alpen.
Ketika bani Aghlab melemah, daerah kekuasaannya di semenanjung
Italia, pulau Sisilia dan Malta direbut kembali oleh raja Nurmandia Kristen.
Setelah Italia di rebut kembali oleh Kristen, dikota Salerno dakat Nepals
didirikan sekolah kedokteran oleh Costantin
African. Sekolah kedokteran inilah yang pertama di Eropa, pengembang
ilmu kedokteran Islam.
3.
Melalui Tentara
Salib
Ketika tentara Salib sedang
berkuasa, setiap ada pasukan Salib yang pulang kembali ke Eropa selalu membawa
apa saja yang mereka temui. Apakah itu berupa buku-buku ilmu pengetahuan,
alat-alat kedokteran, kompas dan apa saja hasil kemajuan umat Islam. Dengan
demikian maka tentara Salib merupakan salah satu dari jembatan tempat
mengalirnya kebudayaan Islam di Eropa.
Kemajuan Eropa yang terus berkembang sampai saat ini banyak
berhutang budi kepada Khazanah ilmu pengetahuan Islam yang berkembang diperiode
klasik. Meskipun banyak saluran yang menjadi media bagi peradaban Islam dalam
mempengaruhi Eropa, namun Spanyol adalah saluran yang penting. Salah satu tokoh
yang paling berpengaruh di Eropa adalah Ibn Rusyd. Dia telah melepaskan
belenggu taklid dan menganjurkan kebebasan berpikir. Demikian besar pengaruhnya di Eropa, sehingga
menimbulkan gerakan Averroisme (Ibn Rusyd). Berawal dari gerakan Averoisme
inilah di Eropa kemudian lahir gerakan renaisans pada abad ke-16 M dan abad
ke-17 M.
Gerakan-gerakan renaisans melahirkan perubahan-perubahan besar
dalam sejarah dunia. Abad ke-16 dan ke-17 M merupakan abad yang paling penting
bagi Eropa, sementara pada akhir abad ke-17 itu pula, dunia Islam mulai
mengalami kemunduran. Dengan lahirnya renains, Eropa bangkit kembali untuk
mengejar ketinggalan mereka pada masa kebodohan dan kegelapan.
Mereka menyelidiki rahasia alam, menaklukan lautan, dan menjelajahi
benua yang sebelumnya masih diliputi kegelapan. Banyak penemuan-penemuan dalam
segala lapangan ilmu pengetahuan dan kehidupan yang mereka peroleh. Christoper
Colombus pada tahun 1492 M, menemukan Benua Amerika dan Vasco da Gama tahun 1498
M, menemukan jalan ke Timur melalui Tanjung Harapan. Dengan dua temuan ini,
Eropa memperoleh kemajuan dalam dunia perdagangan, karena tidak tergantung lagi
kepada jalur lama yang dikuasai umat Islam.
DAFTAR PUSTAKA
Badri Yatim, 2014, Sejarah
Peradaban Islam, Jakarta, Rajagrafindo Persada.
Ira Lapidus, 2000, Sejarah Sosial Umat Islam, Jakarta,
Rajagrafindo Persada.
Musyrifah Susanto, 2004, Sejarah
Islam Klasik, Jakarta Timur, Prenada Media.
